Sumber
daya Manusia yang dimiliki oleh PT. Pelabuhan Tanjung Priok adalah SDM
yang telah lulus dalam Human Capital Development Program sehingga PT.
Pelabuhan Tanjung Priok diharapkan dapat memberikan pelayanan prima
kepada pelanggan pengguna jasa dan memberikan kontribusi yang nyata bagi
pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Guna
memenuhi kebutuhan transaksi berbasis teknologi informasi yang
merupakan kebutuhan mutlak, maka Pelabuhan Tanjung Priok telah
mengadakan kerja sama dengan PT Telkom. Kerjasama ini diwujudkan melalui
proyek Indonesia Logistic Community Service (ILCS) yang berbasis
information and communication technology dalam menciptakan platform
online terintegrasi.
Kerjasama dengan PT Telkom untuk pengembangan Information and
Communication Technology (ICT) di Lingkungan PT Pelabuhan Indonesia II
(Persero) mencakup bidang operasional, bidang keuangan, bidang teknologi
dan bidang personalia. Selain itu, juga untuk pengembangan dan
kemitraan (strategic partnership) dalam pengembangan e-Trade Logistic
Nasional terutama dalam mendukung implementasi Indonesia National Single
Window.
Sebelumnya, system teknologi informasi yang diterapkan di Pelabuhan
Tanjung Priok masih bersifat In House (lokal kepelabuhanan di Tanjung
Priok). Namun dengan Proyek ICT itu system informasi berlaku on line ke
semua cabang di lingkungan PT. Pelabuhan Indonesia II. Platform ini
diharapkan dapat memudahkan para pengguna layanan logistik baik dalam
maupun luar negeri untuk memonitor dan mengatur dengan baik pergerakan
barang, dokumen dan pembayaran serta melakukan tata kelola aset pengguna
layanan (seperti kapal, truk, kargo, kontainer) dengan mudah murah dan
aman kapanpun dan dimanapun sehingga dapat menekan biaya logistik dan
waktu.
Untuk memantau sebagian besar pergerakan kepelabuhan, saat ini di
Pelabuhan Tanjung Priok telah dilengkapi 80 titik fasilitas CCTV (Closed
Circuit Television) dari sebelumnya sebanyak 60. Bahkan akan ada
penambahan CCTV di 26 titik lagi, sehingga 80 persen aktivitas
kepelabuhanan yang berorientasi pada pelayanan public dapat dipantau
oleh manajemen.
Aplikasi Operasional
Aplikasi Pelayanan Kapal
Aplikasi Barang
Aplikasi Terminal Peti Kemas
Aplikasi Rupa-rupa Usaha
Electronic Data Interchange
Aplikasi Non Operasional
Bidang Keuangan (SIMKEU)
Bidang Personalia (SIMPER)
Bidang Fasilitas dan Peralatan (SIMTEK)
Office Otomation (E-Office)
Bidang Hukum ( SIM HUKUM )
Bidang Mutu & K3 ( SIM MUTU )
Infrastruktur
Interkoneksi jaringan on line di lingkungan pelabuhan tanjung priok.
CCTV di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok sejumlah 72 unit.
PT.
Pelabuhan Tanjung Priok beroperasi penuh menjadi anak perusahaan ke 14
dari IPC PT. Pelabuhan Indonesia II (Pesero), sesuai surat Keputusan
Bersama Direksi Pelabuhan Indonesia II (persero) dan Direksi Multi
Terminal Indonesia Nomor HK.56/28/5/4/PI.II-14 dan Nomor
HK.476/1/18/MTI-2014 tentang Organisasi PT. Pelabuhan Tanjung Priok
tanggal 28 Mei 2014 dan Surat Keputusan Mentri Perhubungan RI No KP 818
TAHUN 2014 Tanggal 29/09/14 tentang pembentukan Badan Usaha Pelabuhan
PT. Pelabuhan Tanjung Priok.
PT. Pelabuhan Tanjung Priok lahir dengan sebuah keyakinan besar bahwa
PT. Pelabuhan Tanjung Priok akan mampu menciptkan pola kerja serta
kualitas pelayanan kepelabuhanan secara fleksibel., cepat dan berfokus
pada penekanan biaya operasi.
PT. Pelabuhan Tanjung Priok akan bergerak lebih cepat, efektif dan
efisien dalam melayani kebutuhan para pelanggan atau pengguna jasa
kepelabuhanan, semakin singkat waktu yang diperlukan dalam memproses
layanan kepelabuhanan,semakin rendah pula biaya yang harus dikeluarkan.
PT. Pelabuhan Tanjung Priok mengintensifkan komunikasi dengan pelaku
usaha dan asosiasi pengguna jasa pelabuhan untuk senantiasa menjalankan
program modernisasi dan efisiensi layanan jasa kepelabahunan.
IPC Pelabuhan Tanjung Priok
Jl. Raya Pelabuhan No. 9 Tanjung Priok,
Jakarta 14310
Indonesia
Telepon : +6221-4301080 (25 Saluran)
Faks : +6221-4372947
Email : priok@indonesiaport.co.id
Website : www.priokport.co.id
Cara Membuat Read More Otomatis Tanpa Javascript
Read More atau baca Selanjutnya dibuat agar tampilan blog terlihat lebih
rapi dan elegan. Tujuannya agar tampilan bloh ketika pertama kali
dibuka bisa terlihat banyak cuplikan artikel. (Baca disini
Cara mempercantik Blog). Dengan begitu, pengunjung bisa melihat
cuplikan-cuplikan yang ada di dalam blog kita dan memilihnya satu
persatu. Perlu diketahui, bahwa cara membuat read more dibedakan menjadi
dua, yaitu read more otomatis dan manual.
Read More cara menual, dengan memanfaatkan Insert Jump Break pada
posting blog, dimana setiap kali ingin posting artikel baru, kita akan
mengklik icon / fasilitas Insert Jump Break. Cara ini pastinya kita
harus melakukannya setiap menulis artikel (bila lupa maka read more
tidak muncul) --> Baca Disini selengkapnya mengenai Membuat Read More Cara Manual.
Sementara Cara Membuat Read More Otomatis ada dua juga, yaitu dengan
menggunakan Javascript dan Tanpa Javascript. Read More Otomatis dengan
menggunakan Javascript biasanya memanfaatkan pihak ketiga tempat
penyimpanan data script. Seperti .JS dan lain-lain. Info yang Bos Tutorial
himpun, bahwa menggunakan cara ini, Google sendiri tidak menyukainya.
Bisa jadi alasannya banyak. Oh iya, apabila anda menggunakan template
yang dinamis, biasanya sudang menggunakan cara ini. So... tidak usah
lagi anda menggantinya dengan yang baru. (abaikan saja tulisan ini).
Cara Membuat Read More Otomatis Tanpa Javascript inilah yang akan
kita paparkan disini. Cara ini tidak menggunakan situs pihak ketiga,
karena langsung masuk ke script HTML blog kita. Menggunakan cara ini ada
manfaatnya, dimana template blog anda akan menjadi lebih SEO Friendly dan ringan.
Cara atau trik ini kita akan memanfaatkan kode yang digunakan oleh
tampilan mobile blogspot, yaitu post snippet. Oleh karena itu, dalam
script HTML blog kita, dilakukan penambahan kode. Ikuti beberapa langkah
di bawah ini.
Langkah / Cara Membuat Read More Otomatis Tanpa Javascript
1. Bukalah Akun Blog anda yang sebenarnya (jangan blog orang lain) bila
anda memiliki banyak blog dalam satu akun, silahkan pilih salah satu
blog saja.
2. Pilih Elemen Template, kemudian lanjutkan dengan klik Edit HTML
3. Lalu cari kode ]]></b:skin>, untuk mempermudah silahkan menggunakan ctrl+f
4. Copy / salin kode di bawah ini dan letakkan tepat di atas kode ]]></b:skin>
.post-thumbnail{float:left;margin-right:20px}
5. Jangan beranjak dulu, masih seoutar edit HTML.
6. Cari kode <data:post.body/> apabila sudah ketemu silahkan Copy kode di bawah ini.
pegembangan adalah ilmu belajar yahng baik yang tidak di ajar kan oleh dosen guru maupun orang lain
pengembangan adalah kemauan kita untuk menciptakan sesuatu yang lebih dari kata standar
maka dari itu belajar tidak hanya di sekolah atau kampus formal .belajar bisa di lakukan di berbagai tempat agar kita terus bisa mengembangkan ilmu tersebut
Sepintas teknologi sixth-sense tampak mengandung hal-hal mistis. Dengan
teknologi ini, kita bisa tahu apa saja, informasi apapun (kecuali
rahasia negara dan private) di dunia ini tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Melalui teknologi ini, kita yang berada di Batam serasa berpindah
dari Bandung, lalu Bali dan kemudian Beijing atau New Delhi dalam
hitungan menit. Melalui teknologi ini pula, kita tidak perlu membawa
uang tunai atau membawa perangkat komunikasi ukuran besar (dibanding
saat ini). Kita tidak perlu bertanya jalan atau informasi kepada orang
lain, karena semua informasi dapat kita akses melalui sistem jaringan
global. Kita tidak perlu lagi membawa kamera untuk memotret, namun
cukup dengan gerakan tangan tertentu, kita sudah bisa memoto apapun
lalu menyimpannya di database kita.
Perpaduan antara teknologi digital dan komunikasi manusia ini
dikembangkan oleh Pranav Mistry, seorang mahasiswa IIT India yang
melanjutkan studi master dan Ph.D di MIT USA. Penemuan teknologi sixth
sense ini membawa namanya terkenal dan dinobatkan sebagai “satu
diantara 3 penemu terbaik di dunia dekade ini”.
Sixth sense technology merupakan teknologi yang menggunakan gerak
tangan dan jari sebagai input dalam mengakses dan berinteraksi dengan
data informasi global. Data informasi ini sebelumnya telah tersimpan
secara partial untuk setiap objek fisik yang ada di dunia ini. Jauh
sebelum teknologi sixth sense ini, input data harus melalui sebuah alat
perantara seperti mouse, keyboard, keypad atau informasi optik. Lalu,
beberapa tahun silam berkembang lagi teknologi touch screen. Jadi,
jika boleh disimpulkan, teknologi sixth sense merupakan lompatan dari
teknologi touch screen yang baru booming 3 tahun silam.
Dengan kapasitas chip yang dapat menampung banyak transistor diringi
kecepatan pemrosesan data yang tinggi, maka teknologi sixth sense akan
membuat kita semakin mudah mengarungi dunia tanpa batas. Melalui
integrasi sixth sense ke data/informasi global, maka akses ‘internet’
beserta aplikasinya menjadi kebutuhan utama. Tentu saja, dengan tingkat
kenyamanan yang begitu tinggi terhadap teknologi ini, maka
ketergantungan data informasi akan semakin besar.
Ide “Sixth Sense”
Sejak lahir, indera kita merupakan bagian tubuh yang paling vital dalam
berinteraksi dengan dunia (lingkungan). Ketika kita menemukan sesuatu
atau seseorang, kita akan menggunakan panca indera kita untuk menerima
informasi dari obyek tersebut, lalu diproses oleh otak. Setelah
diproses dengan pertimbangan (memori sebelumnya), maka kita memutuskan
tindakan selanjutnya berdasarkan pengolahan informasi yang kita terima
(suara, gambar, bau, rasa, sentuhan). Dari keputusan yang telah
diambil, maka otak akan memerintahkan tubuh untuk bertindak atau
melakukan tindakan yang sesuai dengan keputusan yang telah kita buat.
Keputusan yang kita ambil bisa benar atau bisa salah sangat tergantung
pada dua faktor yakni si objek dan data referensi (memori, pandangan,
sikap, doktrin, iman). Selain dua faktor utama tersebut, terdapat pula
faktor ‘kebiasaan’ (temporary item/memory) yang sangat mempengaruhi
keputusan yang akan kita buat. Namun, pada pembahasan ini, saya hanya
akan membahas dua faktor utama yakni objek dan data. Bila salah satu
diantara dua faktor ini tidak benar, maka keputusan yang kita buat
sangat mungkin salah.
Berdasarkan prinsip sistem komunikasi indera pada manusia ini, maka
dibuatlah rancangan sistem kerja digital hardware yang serupa. Aplikasi
dari sistem ini pertama kali digunakan secara luas pada sistem
internet yang menghimpun data, informasi dan pengetahuan manusia
tentang apapun. Data dan informasi ini dapat diakses secara online
kapanpun. Sebuah peralatan seperti komputer, laptop, PDA, ponsel dapat
digunakan untuk memperoleh data informasi ini. Namun, penggunaan
peralatan ini masih terbatas pada ‘manusia-mesin’. Tidak ada hubungan
interaksi secara langsung data dan informasi terhadap respons indera
kita (kecuali jari-jari tangan yang mengetik). Output dari hasil
‘ketikan’ muncul di layar yang ‘mati’ (tidak interaktif).
Melihat ada gap antara manusia dan dunia digital informasi, maka
manusia cerdas dari India, Pranav Mistry merancang sekaligus membuat
peralatan dengan menggunakan teknologi yang disebut sixth-sense.
Teknologi yang menghubungkan manusia dangan dunia informasi data secara
erat dan ‘mesra’. Itulah alasan disebut sixth-sense. Melalui
teknologi ini, maka kita seolah-olah berinteraksi, berbicara, bercanda
gurau dengan ‘makhluk dunia baru” yakni informasi data digital.
Sixth sense menjembatani informasi digital yang “tidak ada” menjadi
‘ada’, dan menfasilitasi interaksi langsung kita dengan informasi/data
melalui gerakan tangan yang alami (hand gestures).
Prinsip Kerja Sixth Sense
Perangkat dari teknologi sixth sense terdiri dari proyektor mini,
cermin, dan kamera serta marker (penanda) berwarna. Perangkat ini dapat
dikalungkan. Baik proyektor maupun kamera dihubungkan dengan
‘laptop/PDA” mini. Proyektor akan ‘menembak’ ke permukaan dan objek
fisik untuk kemudian oleh kamera mengenali serta mengamati gerakan
tangan dan obyek fisik. Dengan teknik simple computer-vision, data
informasi pergerakan dan formula marker
akan memproses data video stream yang diambil oleh kamera. Sementara
kamare akan terus mengikuti jejak pergerakan marker (visual tracking
fiducials) yang dipasang pada ujung 4 jari tangan.
Gerakan jari tangan (4 marker warna) dan formulasi/susunan tersebut
lalu dibandingkan dengan informasi data yang tersimpan melalui simple
computer-vision techniques, dan kemudian rangkain informasi yang diolah
akan menjadi sumber input bagi ‘laptop/PDA” mini untuk mengambil
kesimpulan. Kesimpulan ini lalu diproses dan outputnya akan ditampilkan
melalui jendela proyektor mini.
Sampai saat ini, perangkat teknologi sixth sense baru dapat digunakan
untuk aplikasi peta ’sixth-sense’, pengambaran, dan interaksi pada objek
tertentu (seperti buku, koran, dinding tertentu). Dibidang peta, kita
dapat menge-zoom-in dan zoom-out hanya dengan gerakan tangan pada
peta digital tersebut. Dari gerakan 4 jari tangan yang bermarker
tersebut, maka kamera akan mengirimin informasi dan memerintahkan
komputer mengeluarkan output melalui proyektor mini. Begitu juga
halnya dalam aplikasi gambar digital. Aplikasi lain adalah kemampuan
memberi informasi lebih pada suatu objek yang sedang kita amati.
Contohnya seperti pada gambar “isi koran” yang dapat memunculkan video
yang berkaitan dengan isi koran tersebut. Dan terakhir adalah ketika
tangan membuat lingkarnan pada pergelangan tangan, maka perangkat ini
akan menampilan jam analog ‘ilusi’ pada pergelangan tangan.