Jumat, 25 September 2015

Human Resources

Human Resources


Sumber daya Manusia yang dimiliki oleh PT. Pelabuhan Tanjung Priok adalah SDM yang telah lulus dalam Human Capital Development Program sehingga PT. Pelabuhan Tanjung Priok diharapkan dapat memberikan pelayanan prima kepada pelanggan pengguna jasa dan memberikan kontribusi yang nyata bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Human Capital Development Program

TECHNICAL COMPETENCIES DEVELOPMENT

ICT

ICT


SISTEM INFORMASI TERPADU
Guna memenuhi kebutuhan transaksi berbasis teknologi informasi yang merupakan kebutuhan mutlak, maka Pelabuhan Tanjung Priok telah mengadakan kerja sama dengan PT Telkom. Kerjasama ini diwujudkan melalui proyek Indonesia Logistic Community Service (ILCS) yang berbasis information and communication technology dalam menciptakan platform online terintegrasi.

Kerjasama dengan PT Telkom untuk pengembangan Information and Communication Technology (ICT) di Lingkungan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) mencakup bidang operasional, bidang keuangan, bidang teknologi dan bidang personalia. Selain itu, juga untuk pengembangan dan kemitraan (strategic partnership) dalam pengembangan e-Trade Logistic Nasional terutama dalam mendukung implementasi Indonesia National Single Window.

Sebelumnya, system teknologi informasi yang diterapkan di Pelabuhan Tanjung Priok masih bersifat In House (lokal kepelabuhanan di Tanjung Priok). Namun dengan Proyek ICT itu system informasi berlaku on line ke semua cabang di lingkungan PT. Pelabuhan Indonesia II. Platform ini diharapkan dapat memudahkan para pengguna layanan logistik baik dalam maupun luar negeri untuk memonitor dan mengatur dengan baik pergerakan barang, dokumen dan pembayaran serta melakukan tata kelola aset pengguna layanan (seperti kapal, truk, kargo, kontainer) dengan mudah murah dan aman kapanpun dan dimanapun sehingga dapat menekan biaya logistik dan waktu.

Untuk memantau sebagian besar pergerakan kepelabuhan, saat ini di Pelabuhan Tanjung Priok telah dilengkapi 80 titik fasilitas CCTV (Closed Circuit Television) dari sebelumnya sebanyak 60. Bahkan akan ada penambahan CCTV di 26 titik lagi, sehingga 80 persen aktivitas kepelabuhanan yang berorientasi pada pelayanan public dapat dipantau oleh manajemen.

Aplikasi Operasional
  • Aplikasi Pelayanan Kapal
  • Aplikasi Barang
  • Aplikasi Terminal Peti Kemas
  • Aplikasi Rupa-rupa Usaha
  • Electronic Data Interchange
Aplikasi Non Operasional
  • Bidang Keuangan (SIMKEU)
  • Bidang Personalia (SIMPER)
  • Bidang Fasilitas dan Peralatan (SIMTEK)
  • Office Otomation (E-Office)
  • Bidang Hukum ( SIM HUKUM )
  • Bidang Mutu & K3 ( SIM MUTU )

Infrastruktur
  • Interkoneksi jaringan on line di lingkungan pelabuhan tanjung priok.
  • CCTV di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok sejumlah 72 unit.

Profile

Profile


PT. Pelabuhan Tanjung Priok beroperasi penuh menjadi anak perusahaan ke 14 dari IPC PT. Pelabuhan Indonesia II (Pesero), sesuai surat Keputusan Bersama Direksi Pelabuhan Indonesia II (persero) dan Direksi Multi Terminal Indonesia Nomor HK.56/28/5/4/PI.II-14 dan Nomor HK.476/1/18/MTI-2014 tentang Organisasi PT. Pelabuhan Tanjung Priok tanggal 28 Mei 2014 dan Surat Keputusan Mentri Perhubungan RI No KP 818 TAHUN 2014 Tanggal 29/09/14 tentang pembentukan Badan Usaha Pelabuhan PT. Pelabuhan Tanjung Priok.

PT. Pelabuhan Tanjung Priok lahir dengan sebuah keyakinan besar bahwa PT. Pelabuhan Tanjung Priok akan mampu menciptkan pola kerja serta kualitas pelayanan kepelabuhanan secara fleksibel., cepat dan berfokus pada penekanan biaya operasi.

PT. Pelabuhan Tanjung Priok akan bergerak lebih cepat, efektif dan efisien dalam melayani kebutuhan para pelanggan atau pengguna jasa kepelabuhanan, semakin singkat waktu yang diperlukan dalam memproses layanan kepelabuhanan,semakin rendah pula biaya yang harus dikeluarkan.

PT. Pelabuhan Tanjung Priok mengintensifkan komunikasi dengan pelaku usaha dan asosiasi pengguna jasa pelabuhan untuk senantiasa menjalankan program modernisasi dan efisiensi layanan jasa kepelabahunan.

IPC Pelabuhan Tanjung Priok
Jl. Raya Pelabuhan No. 9 Tanjung Priok,
Jakarta 14310
Indonesia
Telepon : +6221-4301080 (25 Saluran)
Faks : +6221-4372947
Email : priok@indonesiaport.co.id
Website : www.priokport.co.id

Cara Membuat Read More Otomatis Tanpa Javascript

Cara Membuat Read More Otomatis Tanpa Javascript
Read More atau baca Selanjutnya dibuat agar tampilan blog terlihat lebih rapi dan elegan. Tujuannya agar tampilan bloh ketika pertama kali dibuka bisa terlihat banyak cuplikan artikel. (Baca disini Cara mempercantik Blog). Dengan begitu, pengunjung bisa melihat cuplikan-cuplikan yang ada di dalam blog kita dan memilihnya satu persatu. Perlu diketahui, bahwa cara membuat read more dibedakan menjadi dua, yaitu read more otomatis dan manual.

Read More cara menual, dengan memanfaatkan Insert Jump Break pada posting blog, dimana setiap kali ingin posting artikel baru, kita akan mengklik icon / fasilitas Insert Jump Break. Cara ini pastinya kita harus melakukannya setiap menulis artikel (bila lupa maka read more tidak muncul) --> Baca Disini selengkapnya mengenai Membuat Read More Cara Manual.

Sementara Cara Membuat Read More Otomatis ada dua juga, yaitu dengan menggunakan Javascript dan Tanpa Javascript. Read More Otomatis dengan menggunakan Javascript biasanya memanfaatkan pihak ketiga tempat penyimpanan data script. Seperti .JS dan lain-lain. Info yang Bos Tutorial himpun, bahwa menggunakan cara ini, Google sendiri tidak menyukainya. Bisa jadi alasannya banyak. Oh iya, apabila anda menggunakan template yang dinamis, biasanya sudang menggunakan cara ini. So... tidak usah lagi anda menggantinya dengan yang baru. (abaikan saja tulisan ini).

Cara Membuat Read More Otomatis Tanpa Javascript inilah yang akan kita paparkan disini. Cara ini tidak menggunakan situs pihak ketiga, karena langsung masuk ke script HTML blog kita. Menggunakan cara ini ada manfaatnya, dimana template blog anda akan menjadi lebih SEO Friendly dan ringan. Cara atau trik ini kita akan memanfaatkan kode yang digunakan oleh tampilan mobile blogspot, yaitu post snippet. Oleh karena itu, dalam script HTML blog kita, dilakukan penambahan kode. Ikuti beberapa langkah di bawah ini.

Langkah / Cara Membuat Read More Otomatis Tanpa Javascript
1. Bukalah Akun Blog anda yang sebenarnya (jangan blog orang lain) bila anda memiliki banyak blog dalam satu akun, silahkan pilih salah satu blog saja.
2. Pilih Elemen Template, kemudian lanjutkan dengan klik Edit HTML
3. Lalu cari kode ]]></b:skin>, untuk mempermudah silahkan menggunakan ctrl+f
4. Copy / salin kode di bawah ini dan letakkan tepat di atas kode ]]></b:skin>

.post-thumbnail{float:left;margin-right:20px}

5. Jangan beranjak dulu, masih seoutar edit HTML.
6. Cari kode <data:post.body/> apabila sudah ketemu silahkan Copy kode di bawah ini.

<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;item&quot;'>
<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;static_page&quot;'>
<div>
<b:if cond='data:post.thumbnailUrl'>
<img class='post-thumbnail' expr:alt='data:post.title' expr:src='data:post.thumbnailUrl' width='72px' height='72px'/>
</b:if>
<data:post.snippet/>
</div>
<div class='jump-link'>
<a expr:href='data:post.url' expr:title='data:post.title'><data:post.jumpText/></a>
</div>
<b:else/>
<data:post.body/>
</b:if>
<b:else/>
<data:post.body/>
</b:if>

7. Setelah di copy, gantilah kode <data:post.body/> dengan kode yang barusan di copy.
8. Selesai. Simpan template blog anda.
9. Lihat hasilnya.

Demikianlah Cara Membuat Read More Otomatis Tanpa Javascript, apabila anda sudah menggunakan Template yang dinamis, abaikan saja ini. Semoga bermanfaat yah. Selamat mencoba. Salam blogger.

Minggu, 13 September 2015

The thrilling potential of SixthSense technology


kesimpulan saya adalah

pegembangan adalah ilmu belajar yahng baik yang tidak di ajar kan oleh dosen guru maupun orang lain
pengembangan adalah kemauan kita untuk menciptakan sesuatu yang lebih dari kata standar
maka dari itu belajar tidak hanya di sekolah atau kampus formal .belajar bisa di lakukan di berbagai tempat agar kita terus bisa mengembangkan ilmu tersebut 
 
Sepintas teknologi sixth-sense tampak mengandung hal-hal mistis. Dengan teknologi ini, kita bisa tahu apa saja, informasi apapun (kecuali rahasia negara dan private) di dunia ini tanpa dibatasi ruang dan waktu. Melalui teknologi ini, kita yang berada di Batam serasa berpindah dari Bandung, lalu Bali dan kemudian Beijing atau New Delhi dalam hitungan menit. Melalui teknologi ini pula, kita tidak perlu membawa uang tunai atau membawa perangkat komunikasi ukuran besar (dibanding saat ini). Kita tidak perlu bertanya jalan atau informasi kepada orang lain, karena semua informasi dapat kita akses melalui sistem jaringan global. Kita tidak perlu lagi membawa kamera untuk memotret, namun cukup dengan gerakan tangan tertentu, kita sudah bisa memoto apapun lalu menyimpannya di database kita.
Perpaduan antara teknologi digital dan komunikasi manusia ini dikembangkan oleh Pranav Mistry, seorang mahasiswa IIT India yang melanjutkan studi master dan Ph.D di MIT USA. Penemuan teknologi sixth sense ini membawa namanya terkenal dan dinobatkan sebagai “satu diantara 3 penemu terbaik di dunia dekade ini”.
Sixth sense technology merupakan teknologi yang menggunakan gerak tangan dan jari sebagai input dalam mengakses dan berinteraksi dengan data informasi global. Data informasi ini sebelumnya telah tersimpan secara partial untuk setiap objek fisik yang ada di dunia ini. Jauh sebelum teknologi sixth sense ini, input data harus melalui sebuah alat perantara seperti mouse, keyboard, keypad atau informasi optik. Lalu, beberapa tahun silam berkembang lagi teknologi touch screen. Jadi, jika boleh disimpulkan, teknologi sixth sense merupakan lompatan dari teknologi touch screen yang baru booming 3 tahun silam.
Dengan kapasitas chip yang dapat menampung banyak transistor diringi kecepatan pemrosesan data yang tinggi, maka teknologi sixth sense akan membuat kita semakin mudah mengarungi dunia tanpa batas. Melalui integrasi sixth sense ke data/informasi global, maka akses ‘internet’ beserta aplikasinya menjadi kebutuhan utama. Tentu saja, dengan tingkat kenyamanan yang begitu tinggi terhadap teknologi ini, maka ketergantungan data informasi akan semakin besar.
Ide “Sixth Sense”
Sejak lahir, indera kita merupakan bagian tubuh yang paling vital dalam berinteraksi dengan dunia (lingkungan). Ketika kita menemukan sesuatu atau seseorang, kita akan menggunakan panca indera kita untuk menerima informasi dari obyek tersebut, lalu diproses oleh otak. Setelah diproses dengan pertimbangan (memori sebelumnya), maka kita memutuskan tindakan selanjutnya berdasarkan pengolahan informasi yang kita terima (suara, gambar, bau, rasa, sentuhan). Dari keputusan yang telah diambil, maka otak akan memerintahkan tubuh untuk bertindak atau melakukan tindakan yang sesuai dengan keputusan yang telah kita buat.
Keputusan yang kita ambil bisa benar atau bisa salah sangat tergantung pada dua faktor yakni si objek dan data referensi (memori, pandangan, sikap, doktrin, iman). Selain dua faktor utama tersebut, terdapat pula faktor ‘kebiasaan’ (temporary item/memory) yang sangat mempengaruhi keputusan yang akan kita buat. Namun, pada pembahasan ini, saya hanya akan membahas dua faktor utama yakni objek dan data. Bila salah satu diantara dua faktor ini tidak benar, maka keputusan yang kita buat sangat mungkin salah.



Berdasarkan prinsip sistem komunikasi indera pada manusia ini, maka dibuatlah rancangan sistem kerja digital hardware yang serupa. Aplikasi dari sistem ini pertama kali digunakan secara luas pada sistem internet yang menghimpun data, informasi dan pengetahuan manusia tentang apapun. Data dan informasi ini dapat diakses secara online kapanpun. Sebuah peralatan seperti komputer, laptop, PDA, ponsel dapat digunakan untuk memperoleh data informasi ini. Namun, penggunaan peralatan ini masih terbatas pada ‘manusia-mesin’. Tidak ada hubungan interaksi secara langsung data dan informasi terhadap respons indera kita (kecuali jari-jari tangan yang mengetik). Output dari hasil ‘ketikan’ muncul di layar yang ‘mati’ (tidak interaktif).
Melihat ada gap antara manusia dan dunia digital informasi, maka manusia cerdas dari India, Pranav Mistry merancang sekaligus membuat peralatan dengan menggunakan teknologi yang disebut sixth-sense. Teknologi yang menghubungkan manusia dangan dunia informasi data secara erat dan ‘mesra’. Itulah alasan disebut sixth-sense. Melalui teknologi ini, maka kita seolah-olah berinteraksi, berbicara, bercanda gurau dengan ‘makhluk dunia baru” yakni informasi data digital.
Sixth sense menjembatani informasi digital yang “tidak ada” menjadi ‘ada’, dan menfasilitasi interaksi langsung kita dengan informasi/data melalui gerakan tangan yang alami (hand gestures).

Prinsip Kerja Sixth Sense


Perangkat dari teknologi sixth sense terdiri dari proyektor mini, cermin, dan kamera serta marker (penanda) berwarna. Perangkat ini dapat dikalungkan. Baik proyektor maupun kamera dihubungkan dengan ‘laptop/PDA” mini. Proyektor akan ‘menembak’ ke permukaan dan objek fisik untuk kemudian oleh kamera mengenali serta mengamati gerakan tangan dan obyek fisik. Dengan teknik simple computer-vision, data informasi pergerakan dan formula marker
akan memproses data video stream yang diambil oleh kamera. Sementara kamare akan terus mengikuti jejak pergerakan marker (visual tracking fiducials) yang dipasang pada ujung 4 jari tangan.
Gerakan jari tangan (4 marker warna) dan formulasi/susunan tersebut lalu dibandingkan dengan informasi data yang tersimpan melalui simple computer-vision techniques, dan kemudian rangkain informasi yang diolah akan menjadi sumber input bagi ‘laptop/PDA” mini untuk mengambil kesimpulan. Kesimpulan ini lalu diproses dan outputnya akan ditampilkan melalui jendela proyektor mini.
Sampai saat ini, perangkat teknologi sixth sense baru dapat digunakan untuk aplikasi peta ’sixth-sense’, pengambaran, dan interaksi pada objek tertentu (seperti buku, koran, dinding tertentu). Dibidang peta, kita dapat menge-zoom-in dan zoom-out hanya dengan gerakan tangan pada peta digital tersebut. Dari gerakan 4 jari tangan yang bermarker tersebut, maka kamera akan mengirimin informasi dan memerintahkan komputer mengeluarkan output melalui proyektor mini. Begitu juga halnya dalam aplikasi gambar digital. Aplikasi lain adalah kemampuan memberi informasi lebih pada suatu objek yang sedang kita amati. Contohnya seperti pada gambar “isi koran” yang dapat memunculkan video yang berkaitan dengan isi koran tersebut. Dan terakhir adalah ketika tangan membuat lingkarnan pada pergelangan tangan, maka perangkat ini akan menampilan jam analog ‘ilusi’ pada pergelangan tangan.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda